Selasa, 29 Maret 2011

materi kuliah audit kinerja manajemen_bab 1 konsep dasar


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Dewasa ini, sebuah perusahaan harus membuat perencanaan yang tepat dalam mengalokasikan sumberdaya yang dimiliki dalam mendukung operasional yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan yang disusun secara tepat dapat memberikan arahan berjalannya operasi yang efisien dan secara efektif mampu mencapai tujuan perusahaan.
Fungsi pengawasan dan pengendalian manajemen, menimbulkan aktivitas audit (pemeriksaan). Dari hasil audit dapat diketahui apakah laporan yang diberikan oleh manajemen sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi.
Audit manajemen memiliki perbedaan dengan audit keuangan,perbedaab tersebut dapat dilihat dari tujuan,ruang lingkup,dasar yuridis,bentuk laporan dan lainnya.
Dalam pelaksanaannya audit manajemen memiliki ruang lingkup yang mendukung kegiatan auditor, tidak lupa seorang auditor menjalankan tahap-tahap audit,dan menerapkan Elemen penting dalam audit manajemen
Perumusan Masalah
Dalam makalah konsep dasar audit manajemen, pokok bahasan yang akan kami bahas adalah mengenai
Sebutkan dan Jelaskan pengertian dari audit manajemen?
Sebutkan san Jelaskan perbedaan antara audit manajemen?
Jelaskan ruang lingkup dan sasaran audit manajemen?
Sebutkan dan jelaskan prinsip dasar audit manajemen?
Jelaskan tahap-tahap audit manajemen?
BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Audit Manajemen
Audit manajemen adalah pengevaluasian terhadap efesiensi dan efektivitas operasi perusahaan berupa suatu rancangan sistematis untuk mengaudit aktivitas, program yang diselenggarakan keseluruhan atau sebagian dari entitas untuk menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan secara efisien dan apakah tujuan dari program dan aktivitas yang telah direncanakan telah dicapai dan tidak melanggar ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan.

Perbedaan Audit Manajemen dengan Audit Keuangan
Aspek
Audit Keuangan
Audit Manajemen
Tujuan
Memperoleh keyakinan memadai bahwa
laporan keuangan telah disajikan sesuai PABU
Untuk mencapai perbaikan atas berbagai
program, aktivitas dalam pengelolaan
perusahaan yang masih memerlukan perbaikan
Ruang lingkup
Data-data akuntansi dan proses pelaporan
Keuangan
Meliputi keseluruhan fungsi manajemen dan
unit-unit terkait di dalamnya
Dasar Yuridis
Diwajibkan oleh otoritas yang lebih tinggi,
seperti Bapepam, DJP, Bank, instansi lainnya
Audit manajemen bukan merupakan suatu
Keharusan
Pelaksana Audit
Auditor independen (Kantor Akuntan Publik)
Auditor internal atau Auditor eksternal (KAP
Frekuensi Audit
Satu kali dalam setahun dan regular
Sewaktu-waktu dan periodenya tidak teta
Orientasi Audit
Audit dilakukan terhadap data-dat a keuangan
yang bersifat historis (historical audit)
Menekankan pada perbaikan yang akan
dilakukan di masa yang akan datang
(anticipatory audit)
Bentuk laporan Audit
Laporan Auditor Independen (berisi opini
auditor independen)
Laporan komprehensif, berisi temuan,
kesimpulan, dan rekomendasi
Pengguna laporan
Lebih banyak digunakan pihak eksternal
Digunakan pihak internal

Ruang Lingkup dan Sasaran Audit Manajemen
Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen, yang berupa seluruh atau sebagian kegiatan,program, atau aktivitas yang dilakukan perusahaan. Periode yang dicakup juga beragam, bisa untuk jangka waktu satu minggu satu/beberapa bulan, satu/beberapa tahun, tergantung dari tujuan yang ingin dicapai.
Audit manajemen dalam ruang lingkup perusahaan terdiri atas
a)      Audit manajemen dan fungsi pemasaran
Untuk menilai bagaimana setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan mencapai tujuan melalui SDM yang ekonomis dan efisien.
b)      Audit manajemen pada fungsi produksi dan operasi
Untuk melakukan pengujian terhadap ketaatan perusahaan dalam menerapkan aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam operasi perusahaan.
c)      Audit manajemen pada fungsi sumber daya manusia
Untuk menilai apakah kebutuhan SDM suatu perusahaan sudah terpenuhi dengan cara yang hemat,efisien,dan efektifitas.
d)     Audit manajemen pada fungsi system informasi
Untuk menekankan pada penilaian terhadap keandalan system informasi yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan berbagai informasi yang diperlukan secara akurat dan tepat waktu.
e)      Audit manajemen lingkungan
Untuk menilai sejauh mana perusahaan telah melaksanakan tanggung jawab lingkungannya.
f)       Audit system manajemen kualitas
Untuk menilai apakah system kepastian kualitas yang ditetapkan perusahaan telah mampu memandu proses operasi perusahaan untuk dapat mencapai kualitas produk sesuai dengan satandar yang ditetapkan.
g)      Audit manajemen bidang perpajakan
Untuk memantau apakah perusahaan telah menjalankan kewajiban membayar pajak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Sasaran dalam audit manajemen adalah kegiatan, aktivitas,program, dan bidang-bidang dalam perusahaan yang diidentifikasi masih memerlukan perbaikan dari segi efisiensi, efektivitas, dan ekonomisasi.
Efisiensi
Optimalisasi penggunaan sumber daya untuk mencapai  tujuan yang telah di tetapkan.
Efektivitas
a)      Pencapaian tujuan program dan kegiatan yang sudah ditetapkan
b)      Pemanfaatan hasil program
c)      Pengaruh pemanfaatan hasil program atau kegiatan terhadap pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan
Ekonomisasi
Ekonomisasi menekankan pada bagaimana setiap kegiatan dalam objek audit mengelola dana yang dimiliki objek audit dalam memperoleh hasil yang lebih besar dan alternative pelaksanaan kegiatan dalam mencapai tujuan dengan biaya yang lebih rendah.
Dalam penentuan Tujuan audit terdapat 3 elemen penting
1)                Kriteria
Merupakan Norma,standard maupun sekumpulan standar yang menjadi panduan setiap individu dalam melakukan aktivitasnya sebagai pelaksanaan atas wewenang dan tanggung jawab yang diberikan padanya.
2)                Penyebab
Tindakan maupun aktivitas actual yang dilakukan oleh individu (kelompok yang ada di objek audit)
3)                Akibat
Hasil pengukuran dan pembandingan antara aktivitas individu (kelompok) dengan criteria yang telah ditetapkan terhadap aktivitas tersebut.

Prinsip Dasar Audit Manajemen
Ada tujuh prinsip dasar:
  1. Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai potensi untuk diperbaiki
Audit dititikberatkan pada berbagai hal yang masih memerlukan perbaikan untuk mencapai kondisi optimal dalam mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan.
  1. Audit merupakan prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit
Penilaian yang akurat baik terhadap kinerja manajemen maupun berbagai program atau metode operasi yang dilaksanakan membutuhkan audit yang seksama, dengan penilaian ini dapat diketahui apakah program yang telah ditetapkan dapat dengan efektif mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
  1. Pengungkapan dalam laporan mengenai adanya temuan-temuan yang positif dan negative
Selain menyajikan temuan-temuan negative yang berupa kelemahan dalam pengeloalan perusahaan seorang auditor juga harus menyajikan temuan-temuan positif yang biasanya berupa keberhasilan yang dicapai manajemen dalam mengelola berbagai program dalam aktivitas operasinya.
  1. Identif ikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi
Auditor dapat mengidentifikasi dan menemukan individu-individu yang bertanggung jawab terhadap berbagai kelemahan yang terjadi di suatu perusahaan.
  1. Penentuan tindakan terhadap individu yang seharusnya bertanggung jawab
Auditor dapat memberikan berbagai pertimbangan dalam menentukan sanksi yang akan diberikan oleh pihak yang lebih tinggi dari petugas yang bersangkutan
  1. Pengungkapan adanya pelanggaran hokum
Auditor mungkin dapat menemukan berbagai pelanggaran yang terjadi dalam perusahaan,walaupun bukan tugas utama auditor untuk melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran hukum,auditor harus menyampaikan temuan tersebut ke atasannya tentang adanya pelanggaran tersebut.
  1. Penyelidikan dan pencegahan kecurangan (fraud)
Jika terjadi kecurangan pada objek audit,auditor harus memberikan perhatian khusus dan melakukan penyelidikan yang lebih mendalam terhadap hal tersebut.

Tahap- Tahap Audit Manajemen
1.      Audit Pendahuluan
Untuk mendapatkan informasi mengenai latar belakang objek audit, seperti menelaah berbagai peraturan, ketentuan, atau kebijakan yang terkait; menganalisis informasi untuk mengidentifikasi potensi kelemahan. Tahap ini dapat menghasilkan tentative audit objective
2. Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen
Auditor melakukan review terhadap pengendalian manajemen untuk menilai efektivitasnya. Hasil pengujian ini dapat mendukung tentative audit objective sehingga menjadi definitive audit objective
3. Audit Terinci
Auditor mela kukan pengumpulan bukti kompeten dala m jumla h yang mencapai tujuan audit yang telah ditetapkan. Hasil pada tahap ini dituangkan dalam kertas kerja audit, untuk mendukung kesimpulan dan rekomendasi yang diberikan
4. Pelaporan
Tahapan ini untuk mengkomunikasikan hasil audit dan rekomendasi
5. Tindak Lanjut
Tahap ini untuk mendorong dilakukannya per baikan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.



KESIMPULAN
Dari pembahasan dalam makalah dapat di simpulkan bahwa Audit manajemen adalah pengevaluasian terhadap efesiensi dan efektivitas operasi perusahaan berupa suatu rancangan sistematis untuk mengaudit aktivitas, program yang diselenggarakan keseluruhan atau sebagian dari entitas untuk menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan secara efisien dan apakah tujuan dari program dan aktivitas yang telah direncanakan telah dicapai dan tidak melanggar ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan.
Dalam audit manajemen terdapat 5 tahapan yaitu Audit Pendahuluan,Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen,Audit Terinci,Pelaporan,Tindak Lanjut. Terdapat 7 prinsip dasar manajemen yaitu Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai potensi untuk diperbaiki,Audit merupakan prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit,Pengungkapan dalam laporan mengenai adanya temuan-temuan yang positif dan negative,Identif ikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi,Penentuan tindakan terhadap individu yang seharusnya bertanggung jawab,Pengungkapan adanya pelanggaran hokum,Penyelidikan dan pencegahan kecurangan (fraud)
Auditing terhadap kinerja manajemen bertujuan untuk memberikan komentar mengenai pelaksanaan kewajiban mereka, apakah telah dilakukan secara ekonomis, efisien dan efektif. Dan kemudian auditor memberikan rekomendasi atas kinerja manajemen. Rekomendasi ini akan ditindaklanjuti oleh manajemen, dan hasilnya akan direview kembali serta dilihat apakah telah sesuai dengan yang telah ditetapkan dan sesuai dengan rekomendasi yang telah diberikan.


DAFTAR PUSTAKA
IBK Bayangkara, Audit Management, Salemba Empat, 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar